Mitos dan Fakta terkait HIV/AIDS


image
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), penyakit yang menginfeksi dan merusak sistem kekebalan tubuh.
HIV dianggap sebagai masalah paling serius di dunia kesehatan. Setiap tahun, diperkirakan ada 8-10 juta orang terinfeksi penyakit ini, dan lebih dari 2 juta orang meninggal karenanya. Namun, angka pengidap HIV/AIDS diklaim turun sebanyak 100.000 dari tahun sebelumnya, berkat diagnosis dini dan pengobatan yang tepat.
Hingga kini ada banyak mitos dan kesalahpahaman tentang HIV/AIDS. Sebagian mitos bahkan menyebabkan masyarakat takut dan putus asa. Berikut adalah beberapa mitos tentang HIV/AIDS.
Mitos 1: HIV dapat menyebar melalui kontak biasa
HIV hanya dapat menyebar melalui kontak darah atau cairan tubuh lain, seperti ASI, sperma, dan cairan vagina. HIV tidak menular melalui kontak biasa. Memeluk, berbagi peralatan makan, menggunakan toilet yang sama, atau ketika orang yang terinfeksi HIV yang batuk atau bersin tidak dapat menularkan virus HIV.
Sebaliknya, HIV dapat menyebar karena berbagi jarum suntik; saat kehamilan, melahirkan, dan menyusui; hubungan anal, vaginal dan seks oral; serta transfusi darah, jaringan atau organ tubuh.
Mitos 2: Oral seks tidak bisa tularkan HIV
Seseorang dapat tertular penyakit HIV/AIDS dengan melakukan oral seks, antara laki-laki atau perempuan. Cairan sperma atau vagina dapat membawa penyakit. Risiko terkena HIV meningkat dalam kasus luka terbuka pada alat kelamin atau mulut, serta gusi berdarah. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan penghalang lateks (kondom) selama seks oral. 

Mitos 3: HIV sdalah penyakit gay
Setiap orang rentan terkena HIV, entah itu dewasa, remaja, pria, wanita, hingga bayi yang baru lahir. HIV adalah penyakit yang berkait an dengan kontak heteroseksual.

Mitos 4: Hanya orang dewasa yang dapat tertular HIV
Siapa saja dari usia berapa saja dapat tertular HIV. Seks bebas dan penggunaan jarum suntik pada pengguna narkoba masih menjadi penyebab utama tertularnya penyakit ini pada kaum muda.

Mitos 5: Gigitan nyamuk tularkan HIV
Nyamuk tidak memindahkan cairan darah saat ia mengisap darah pada korban baru. Nyamuk hanya menyuntikkan air liur yang mungkin membawa penyakit seperti demam berdarah dan malaria. HIV/AIDS juga tidak mereproduksi pada serangga.

Mitos 6: Perempuan terinfeksi HIV tidak bisa mempunyai keturunan
Prosentase kemungkinan perempuan terinveksi HIV untuk menularkan HIV kepada bayi yang belum lahir masihlah besar, yaitu sebesar 15 hingga 30 persen. Namun, saat ini dengan terapi antiretroviral, tingkat menularkan HIV dari ibu yang terinfeksi kepada anak telah turun menjadi sekitar 2 sampai 3 persen.

Mitos 7: Tanda orang HIV positif nampak pada fisik
Seseorang dapat terinfeksi HIV / AIDS selama lebih dari 10 tahun tanpa menunjukkan tanda-tanda atau gejala sakit. Selama bertahun-tahun, orang merasa baik, mampu bekerja seperti biasa dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit ini. Tes darah masih menjadi hal yang dianjurkan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit ini pada tubuh.

Mitos 8: Kondom dapat menangkal HIV
Menggunakan kondom secara tepat sebelum berhubungan adalah perlindungan yang baik, namun tidak menjamin 100% terbebas dari penularan HIV. Hal paling efektif masihlah hanya dengan berhubungan dengan pasangan resmi. Sebab daftar riwayat pasangan telah diketahui dengan jelas.

Mitos 9: Tertular HIV berarti meninggal
Meski belum ditemukan obat yang secara efektif menyembuhkan penderita HIV/AIDS positif, namun mereka yang terkena masih memiliki harapan hidup dan hidup sehat.

1 komentar:

Posting Komentar

Menu Artikel